20 Maret 2009

FASILITAS SARANA & PRASARANA

5.1. Fasilitas Prasarana Ruang

1. Ruang kuliah 2 buah, 300 m2

2. Ruang Laboratorium, 400 m2Ruang Ketua Program Studi, 14 m2

3. Ruang Dosen Program Studi, 28 m2

4. Ruang Seminar Pemakaian bersama, 200 m2

5.2. Fasilitas Sarana Mobiler

1. Kursi Kuliah , 80 buah

2. Meja dan Kursi Biro, 1 set

3. Kursi Penghadap, 3 buah

4. Meja Setengah biro, 6 buah

5. Kursi biasa, 15 buah

6. Lemari Arsip, 1 buah

7. Lemari Filing Kabinet, 2 buah

8. Lemari 2 susun, 1 buah

9. Meja Laboratorium, 2 buah

10. Kursi Laboratorium, 20 buah

11. White board, 5 buah

5.3. Fasilitas Sarana Peralatan Kantor

1. Komputer, 1 set

2. UPS, 1 buah

3. Printer, 1 buah

4. Dispenser, 1 buah


KERJASAMA

Dalam rangka pengembangan Program Studi S1 Teknik Elektro, dilakukan upaya – upaya kerjasama baik dengan Instansi Pemerintah maupun Swasta.

Kerjasama dengan instansi yang sudah dituangkan dalam Memorandum of Understanding ( MOU ) antara lain:

  1. PT. PLN (Persero) Cabang Kendari

No. Pihak I : 109. Pj/060/1998
No. Pihak II : 561/29.15/PL/1998

  1. PT. Rayhan Karya Teknindo

No. Pihak I : 009 B/PT. RKT/VII/2004
No. Pihak II : 023/J29. 24. 3. 4/2004


Kerjasama yang belum tertuang dalam MOU antara lain :

  1. PT. Telkom Kandatel Kendari
  2. Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Sultra
  3. Asosiasi Profesionalis Electrical Indonesia (APEI) Sultra
  4. Ikatan Ahli Teknik Ketenagalistrikan (IATKI) Sulselra
  5. Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Sulawesi Tenggara
  6. PT. Aneka Tambang (ANTAM) Pomalaa
  7. PJB (Pembangkit Jawa Bali)
  8. PT. Telkomsel Cabang Kendari
  9. PT. Pelabuhan Samudra
  10. Perusahaan-perusahaan Instalatur Listrik di Sulawesi Tenggara

Program Kerja

1.4 Program Kerja

11 Ketua Program Studi

1. Mengkoordinir, memotifasi dan mengevaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan program kerja Ketua Konsentrasi, Koordinator Pendidikan dan Pengajaran, Koordinator Penelitian dan Pengembangan, Koordinator Pengabdian Pada Masyarakat, Koordinator Sarana dan Prasarana serta Kepala Laboratorium.

2. Mengevaluasi kurikulum setiap akhir semester dengan memperhatikan saran dari pada pengguna dan para alumni yang telah bekerja.

3. Menetapkan Dosen pembina mata kuliah setiap semester.

4. Menetapkan Dosen pembimbing Tugas Akhir/Skripsi.

5. Mengupayakan akses jaringan kerjasama dan memelihara/meningkatkan hubungan baik dengan instansi terkait, baik pemerintah maupun swasta dan masyarakat umum.

6. Mengevaluasi dan mengakomodasi nilai Angka Kredit setiap dosen ke tingkat Fakultas dalam rangka kenaikan pangkat sesuai dengan standar.

7. Menetapkan kebijakan penyelenggara Tridharma Perguruan Tinggi sesuai dengan ketentuan dan wewenang program studi.

8. Menyusun/ menyiapkan laporan Evaluasi Diri Program Studi setiap Semester

12 Ketua Konsentrasi

1. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan penyelenggaraan proses pembelajaran dalam kampus.

2. Merekapitulasi absensi kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan pada akhir semester.

3. Menginventarisasi mahasiswa yang memenuhi syarat untuk melaksanakan tugas akhir atau skripsi

4. Mengarahkan mahasiswa dalam pemilihan tugas akhir atau skripsi

5. Menyelenggarakan seminar judul tugas akhir atau skripsi mahasiswa.

6. Menyelenggarakan sidang ujian tugas akhir atau skripsi mahasiswa.

7. Berkoordinasi dengan para koordinator dalam menyukseskan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi.

13 Pendidikan dan Pengajaran

1. Menyusun penyebaran mata kuliah bagi setiap dosen.

2. Menyusun jadwal perkuliahan, UTS dan UAS.

3. Menginventarisasi dan mengevaluasi penyelenggaraan perkuliahan, UTS dan UAS.

4. Menginventarisasi dan mendokumentasikan soal ujianUTS dan UAS setiap mata kuliah.

5. Menginventarisasi, mengumumkan dan mendokumentasikan nilai hasil ujian UTS, UAS dan Praktikum

6. Mengevaluasi dan mendokumentasikan kegiatan proses pembelajaran bagi setiap dosen.

7. Menjabarkan nilai Angka Kredit yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran bagi setiap dosen dalam rangka pengusulan kenaikan pangkat.

14. Penelitian dan Pengembangan

1. Menerbitkan buku panduan penyusunan proposal penelitian.

2. Memotivasi dosen untuk Menyusun Proposal Penelitian dan Membuat Tulisan untuk dimuat pada Jurnal Fakultas Teklnik Unhalu (METROPILAR) sesuai keahlian dan informasi yang dimiliki, kemudian mendokumentasikan dan mencarikan solusi.

3. Mengupayakan jaringan kerjasama penelitian dengan intansi terkait, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat umum.

4. Mengupayakan peluang untuk ikut berperan aktif setiap seminar, lokarya, workshop, pelatihan dan semacamnya, baik dalam kampus utamanya di luar kampus yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah, swasta dan masyarakat umum.

5. Menginventarisasi dan mengevaluasi kemungkinan untuk dikembangkan setiap hasil penelitian, baik penelitian mahasiswa maupun penelitian mandiri dosen.

6. Menginventarisasi dan mendokumentasikan hasil-hasil penelitian dan seminar/lokarya/pelatihan//worshop yang bersertifikat bagi setiap dosen.

7. Menjabarkan nilai Angka Kredit yang berkaitan dengan penelitian bagi setiap dosen dalam rangka pengusulan kenaikan pangkat.

1. 5. Pengabdian pada Masyarakat

1. Menerbitkan, buku panduan penyusunan proposal pengabdian pada masyarakat.

2. Memotivasi dosen untuk menyusun proposal pengabdian pada masyarakat sesuai keterampilan dan informasi yang dimiliki, kemudian mendokumentasikan dan mencarikan solusinya.

3. Mengupayakan jaringan kerjasama pengabdian pada masyarakat dengan instansi terkait, baik pemerintah, swasta, utamanya dengan masyarakat umum.

4. Bekerjasama dengan program studi lain untuk menyusun dan melaksanakan Program Desa Binaan di beberapa desa/kelurahan Propinsi Sulawesi Tenggara dengan Sistem Pemberdayaan Masyarakat.

5. Mengevaluasi hasil-hasil penelitian mahasiswa dan dosen untuk dikembangkan menjadi pengabdian pada masyarakat

6. Menginventaris dan mendokumentasikan semua kegiatan yang berkaitan dengan Pengabdian pada Masyarakat bagi Setiap Dosen.

7. Menyebarkan nilai Angka Kredit yang berkaitan dengan Pengabdian pada Masyarakat bagi setiap dosen dalam rangka pengusulan kenaikan pangkat.

1. 6. Sarana dan Prasarana

1. Menginventarisasi fasilitas sarana dan prasarana kegiatan perkuliahan dan kegiatan administrasi yang dimiliki.

2. Merencanakan kebutuhan fasilitas sarana dan prasarana kegiatan perkuliahan dan kegiatan administrasi.

3. Memelihara dan memperbaiki fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki.

4. Melakukan usulan pengadaan fasilitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan sesuai kemampuan yang dimiliki.

5. Mengatur pemanfaatan fasilitas sarana dan prasarana secara efektif dan efisien.

6. Menginventarisasi kebutuhan sarana dan prasarana untuk zkegiatan ekstra kurikuler mahasiswa.

7. Mengupayakan peluang dan akses untuk memperoleh dana pengadaan kebutuhan fasilitas sarana dan prasarana.

1 7. Laboratorium

1. Menyusun dan menerbitkan buku panduan praktikum laboratorium/studio

2. Menyusun jadwal penyelenggaraan praktikum dan ujian praktikum.

3. Menyelenggarakan response, praktikum dan ujian praktikum.

4. Menginventarisasi dan memelihara peralatan yang ada.

5. Merencanakan kebutuhan peralatan laboratorium sesuai standar.

6. Mengupayakan jaringan kerjasama dengan instansi terkait, baik pemerintah, swasta, utamanya masyarakat umum dalam upaya pemanfaatan peralatan laboratorium /studio yang dimiliki.

7. Mengupayakan penyelenggaraan pelayanan umum sesuai keahlian yang dimiliki.

Visi Misi

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Persaingan pasar bebas antar negara-negara telah dimulai yang akan berimbas pada perebutan pasar kerja, di mana kompetisi sumber daya manusia untuk merebut posisi strategis akan sulit dielakkan. Sementara era AFTA berlangsung, pasar bebas Asia Pasifik pun akan bergulir dengan tingkat persaingan yang jauh lebih berat.

Sehubungan dengan itu, pemerintah Indonesia telah berupaya memperhatikan kepentingan dunia pendidikan tinggi yang dituangkan dalam PP No. 60 Tahun 1999, kemudian ditindaklanjuti oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ( Ditjen Dikti ) Departemen Pendidikan Nasional melalui Rencana Strategis Pendidikan Tinggi tahun 2001 – 2005, dengan tiga program strategis, yaitu :

1. Penataan Sistem Pendidikan Tinggi

2. Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan Tinggi dan

3. Perluasan dan Pemerataan Kesempatan Memperoleh Pendidikan Tinggi.

Sebagai landasan Hukum penyelenggaraan Program Studi Strata Satu Teknik Elektro adalah berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor : 1502/D/T/2007.

1.2 Visi, Misi dan Tujuan

1. Visi

Terpenuhinya kebutuhan sumber daya manusia profesional bidang Teknik Elektro untuk mengelola dan memelihara potensi sumber daya alam wilayah Propinsi Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

2. Misi

a. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran bidang Teknik Elektro dengan proses pembelajaran dalam suasana kondusif

b. Melakukan riset terhadap potensi sumber daya alam wilayah dan pengolahannya secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, dan

c. Melakukan pengabdian pada masyarakat dengan sistem pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam meningkatkan income perkapita untuk mewujudkan masyarakat mandiri dan berkelanjutan

3. Tujuan
Untuk menghasilkan sumber daya manusia bidang Teknik Elektro yang profesional dengan mampu bekerja keras, mengembangkan IPTEK, dan mampu melakukan riset serta mampu melakukan pelayanan kepada masyarakat sesuai bidangnya.

12 Maret 2009

Sejarah Perkembangan Mikroprocessor

Sebuah mikroprosesor (disingkat µP atau uP) adalah sebuah central processing unit (CPU) elektronik komputer yang terbuat dari transistor mini dan sirkuit lainnya di atas sebuah sirkuit terintegrasi semikonduktor.

Sebelum berkembangnya mikroprosesor, CPU elektronik terbuat dari sirkuit terintegrasi TTL terpisah; sebelumnya, transistor individual; sebelumnya lagi, dari tabung vakum. Bahkan telah ada desain untuk mesin komputer sederhana atas dasar bagian mekanik seperti gear, shaft, lever, Tinkertoy, dll.

Evolusi dari mikroprosesor telah diketahui mengikuti Hukum Moore yang merupakan peningkatan performa dari tahun ke tahun. Teori ini merumuskan bahwa daya penghitungan akan berlipat ganda setiap 18 bulan, sebuah proses yang benar terjadi sejak awal 1970-an; sebuah kejutan bagi orang-orang yang berhubungan. Dari awal sebagai driver dalam kalkulator, perkembangan kekuatan telah menuju ke dominasi mikroprosesor di berbagai jenis komputer; setiap sistem dari mainframe terbesar sampai ke komputer pegang terkecil sekarang menggunakan mikroprosesor sebagai pusatnya.

untuk lebih jelasnya simak perkembangan mikroprocessor berikut:

1971: 4004 Microprocessor

Pada tahun 1971 munculah microprocessor pertama Intel , microprocessor 4004 ini digunakan pada mesin kalkulator Busicom. Dengan penemuan ini maka terbukalah jalan untuk memasukkan kecerdasan buatan pada benda mati.

1972: 8008 Microprocessor

Pada tahun 1972 munculah microprocessor 8008 yang berkekuatan 2 kali lipat dari pendahulunya yaitu 4004.

1974: 8080 Microprocessor

Menjadi otak dari sebuah komputer yang bernama Altair, pada saat itu terjual sekitar sepuluh ribu dalam 1 bulan

1978: 8086-8088 Microprocessor

Sebuah penjualan penting dalam divisi komputer terjadi pada produk untuk komputer pribadi buatan IBM yang memakai prosesor 8088 yang berhasil mendongkrak nama intel.

1982: 286 Microprocessor

Intel 286 atau yang lebih dikenal dengan nama 80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk processor sebelumnya.

1985: Intel386™ Microprocessor

Intel 386 adalah sebuah prosesor yang memiliki 275.000 transistor yang tertanam diprosessor tersebut yang jika dibandingkan dengan 4004 memiliki 100 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan 4004

1989: Intel486™ DX CPU Microprocessor

Processor yang pertama kali memudahkan berbagai aplikasi yang tadinya harus mengetikkan command-command menjadi hanya sebuah klik saja, dan mempunyai fungsi komplek matematika sehingga memperkecil beban kerja pada processor.

1993: Intel® Pentium® Processor
Processor generasi baru yang mampu menangani berbagai jenis data seperti suara, bunyi, tulisan tangan, dan foto.

1995: Intel® Pentium® Pro Processor

Processor yang dirancang untuk digunakan pada aplikasi server dan workstation, yang dibuat untuk memproses data secara cepat, processor ini mempunyai 5,5 jt transistor yang tertanam.

1997: Intel® Pentium® II Processor

Processor Pentium II merupakan processor yang menggabungkan Intel MMX yang dirancang secara khusus untuk mengolah data video, audio, dan grafik secara efisien. Terdapat 7.5 juta transistor terintegrasi di dalamnya sehingga dengan processor ini pengguna PC dapat mengolah berbagai data dan menggunakan internet dengan lebih baik.

1998: Intel® Pentium II Xeon® Processor

Processor yang dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi server. Intel saat itu ingin memenuhi strateginya yang ingin memberikan sebuah processor unik untuk sebuah pasar tertentu.

1999: Intel® Celeron® Processor

Processor Intel Celeron merupakan processor yang dikeluarkan sebagai processor yang ditujukan untuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kinerja processor yang lebih cepat bagi pengguna yang ingin membangun sebuah system computer dengan budget (harga) yang tidak terlalu besar. Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan formfactor yang sama dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi yang lebih sedikit, L2 cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang lebih lambat, dan harga yang lebih murah daripada processor Intel jenis Pentium. Dengan keluarnya processor Celeron ini maka Intel kembali memberikan sebuah processor untuk sebuah pasaran tertentu.

1999: Intel® Pentium® III Processor

Processor Pentium III merupakan processor yang diberi tambahan 70 instruksi baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio streaming, dan aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara.

1999: Intel® Pentium® III Xeon® Processor

Intel kembali merambah pasaran server dan workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor , yang juga mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk dipadukan dengan processor lain yang sejenis.


2000: Intel® Pentium® 4 Processor

Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.06 GHz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formafactor pin 423, setelah itu intel merubah formfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz.

2001: Intel® Xeon® Processor

Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor Intel Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih banyak dari processor Intel Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula.

2001: Intel® Itanium® Processor

Itanium adalah processor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakain pada server dan workstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ).

2002: Intel® Itanium® 2 Processor

Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga Itanium

2003: Intel® Pentium® M Processor

Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS 2100 adalah komponen dari Intel® Centrino™. Intel Centrino dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana.

2004: Intel Pentium M 735/745/755 processors

Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dan kecocokan dengan soket processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya.

2004: Intel E7520/E7320 Chipsets

7320/7520 dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400 memory, and PCI Express peripheral interfaces.

2005: Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz

Sebuah processor yang ditujukan untuk pasar pengguna komputer yang menginginkan sesuatu yang lebih dari komputernya, processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz frequency, 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 cache, dan HyperThreading.

2005: Intel Pentium D 820/830/840

Processor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti, dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada processor jenis ini juga disertakan dukungan HyperThreading.

2006: Intel Core 2 Quad Q6600

Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power ( TDP )

2006: Intel Quad-core Xeon X3210/X3220

Processor yang digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat mencapai 4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power (TDP)

Pemodelan Mesin Elektrik Pada Sistem (α, β), Park (d,q), Komplek dan Park Komplek

Dalam artikel ini akan dibahas tentang bagaimana cara pemodelan matematis mesin listrik tiga fasa (transformator, mesin sinkron dan mesin asinkron). Tujuan dari mempelajari artikel ini adalah untuk menganalisis kondisi peralihan (hubung singkat, arus penghasutan) maupun analisis keadaan mantap dan dasar pengendalian putaran motor pada mesin arus bolak-balik tiga fasa.

Dengan mengetahui fenomena hubung singkat pada mesin elektrik, rancangan mesin elektrik dapat diperbaiki, penalaan arus dan waktu peralatan pengaman juga dapat ditentukan. Konsep pengendalian putaran motor arus bolak-balik didekati dengan konsep pengendalian putaran motor arus searah, dimana torka maksimum dihasilkan oleh arus jangkar dan fluksi magnetik yang saling tegak lurus.

Pada motor tak serempak, medan putar yang dihasilkan stator akan dirubah menjadi dua komponen seperti pada motor arus searah (arus jangkar dan fluksi magnetik). Dalam pengembangannya, konsep pengendalian putaran motor tak serempak dikenal dengan teknik pengendalian skalar dan vektor fluksi. Pada motor serempak, pengendalian torka bergantung pada resultan medan putar stator dan fluksi magnetik pada rotor.
Untuk analisis mesin elektrik keadaan mantap dipergunakan metoda phasor (t mendekati tak hingga) untuk mencari tegangan, arus dan torka. Sedangkan untuk analisis peralihan, perlu ditentukan persamaan fluksi, tegangan dan arus sesaat (t = 0)
Untuk dapat memahami bagaimana persamaan-persamaan arus, tegangan dan torka terbentuk maka mesin-mesin listrik akan di modelkan terlebih dahulu, dimana mesin listrik mempunyai belitan stator tiga fasa simetris dan belitan rotor tiga fasa simetris. Dari keenam belitan ini akan diperoleh hubungan fluksi dan tegangan dalam bentuk matrik [6 x 6]. Karena bentuk persamaan yang didapat akan sangat kompleks, pengertian dan pemahaman penyelesaian pemodelan mesin akan menjadi relatif sulit. Karena alasan tersebut, persamaan matrik [6 x 6] yang didapat akan direduksi menjadi matrik [4 x 4] yang sering disebut dengan transformasi persamaan ke dalam koordinat alpha beta (α, β).

Nantinya matrik [4 x 4] yang diperoleh dapat direduksi kembali ke dalam 2 sumbu tegak lurus, matrik [2x2], pada stator atau pada rotor, yang sering disebut dengan pemodelan pada koordinat d,q.

Blog Diagram Perubahan (transformasi) sistem persamaan yang dijelaskan diatas ditunjukan pada gambar berikut :

bagan-transformasi-sistem

Pemodelan mesin dapat dilakukan juga pada sistem komplek dan park komplek, matrik [1 x 1], sehingga pemodelan mesin menjadi lebih sederhana lagi. Untuk memperoleh urutan negatif hanyalah dengan membuat konjugasi urutan positip.

Dalam beberapa buku, pemodelan mesin listrik ke dalam sistem park komplek sering juga disebut dengan pemodelan space phasor.

Bagan transformasi dari sistem tiga fasa ke sistem komplek dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

bagan-transformasi-langsung-ke-sistem-komplek

Berikut lampiran matrik transformasi yang ada pada bagan diatas :

[A] adalah Matrik Transformasi dari sistem pemodelan mesin tiga fasa ke sistem alpha beta :

matrik-transformasi-ke-sistem-alpha-beta

[B] adalah Matrik Transformasi dari sistem alpha beta ke sistem Park dq :

matrik-transformasi-ke-sistem-dq

[S3] adalah Matriks transformasi sistem 3 fasa ke sistem komponen simetris :

matrik-transformasi-sistem-tiga-fasa-ke-sistem-komplek

Perhitungan dapat lebih cepat dilakukan tanpa melakukan penjabaran nilai h dan h2 pada awal perhitungan, tetapi menggunakan prinsip vektor.

[S2] adalah Matriks transformasi sistem 2 fasa ke sistem komponen-simetris :

matrik-transformasi-dari-sistem-dua-fasa-ke-sistem-simetris

Selamat membaca,

Referensi :

1. Prof. Yanuarsyah Haroen. Tutorial 3rd Workshop and Seminar on Power Electronics and Electrical Machinery. 1999